Showing posts with label Bengkulu. Show all posts
Showing posts with label Bengkulu. Show all posts

Mengenal Kebudayaan Provinsi Bengkulu - Seni Budayaku

Konten [Tampil]
Mengenal Kebudayaan Provinsi Bengkulu - Provinsi Bengkulu merupakan salah satu provinsi yang terdapat di pulau Sumatera belahan barat. Provinsi Bengkulu terletak pada 101º01' - 103º46' BT dan 2º16' - 5º31' LS. Provinsi Bengkulu memiliki batas kawasan selaku berikut:
  • Sebelah utara : Provinsi Sumatera Barat
  • Sebelah timur : Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Selatan
  • Sebelah selatan: Provinsi Lampung
  • Sebelah barat : Samudera Indonesia
  • Provinsi Bengkulu menmpunyai luas kawasan sebesar 19.788.70 km²
Secara administratif , kawasan Bengkulu dibagi menjadi 9 tempat kabupaten dan 1 tempat kota yang terbagi atas 110 kecamatan dan 1.355 kelurahan/ desa. Wilayah administratif yang berupa tempat kabupaten yakni Bengkulu Selatan , Mukomuko , Lebong , Kepahiang , Rejang Lebong , Bengkulu Utara , Seluma , Kaur , dan Bengkulu Tengah. Sementara itu , tempat administratif yang berupa kota ada 1 , yakni kota Bengkulu.

Kebudayaan Daerah Bengkulu

Kebudayaan yang berkembang dan meningkat di Provinsi Bengkulu tidak sanggup dipisahkan dari sejarah berdirinya provinsi ini. Menurut dongeng sejarah dikenali bahwa sejak dahulu di kawasan ini sudah banyak bangkit kerajaan kecil. Kerajaan tersebut antar lain Kerajaan Selebar (di tempat Selebar) , Kerajaan Sungai Lemau (Pondok Kelapa) , Kerajaan Sungai Serut (Bengkulu) , Kerajaan Manjuto (Muk-Muko) , Kerajaan Pinang Berlampis (Ketahun) , Kerajaan Serdang (Lais) , Kerajaan Rejang Empat Petulai (Manna) , Bintuhan (Bengkulu Selatan). Tiap-tiap kerajaan ini meninggalkan beberapa seni budaya khas. Selain itu , beberapa suku bangsa orisinil yang bertempat tinggal di Bengkulu masih memelihara kebudayaan mereka hingga di saat ini. Tradisi dan budaya suku bangsa di tempat Bengkulu ini tergabung dalam banyak sekali golongan budaya , antara lain Kebudayaan Rejang , Pasemah , Kaur , Serawai , Semendo , Melayu , pesisir , dan pendatang.

mengenal-kebudayaan-bengkulu


A. Bahasa Daerah Bengkulu

Tiap suku bangsa di Indonesia memiliki bahasa sendiri yang disebut Bahasa Daerah. Bergitu juga dengan suku bangsa yang berada di tempat Bengkulu. Berbagai bahasa tempat penduduk di provinsi Bengkulu diantaranya selaku berikut.
  • Masyarakat suku bangsa Rejang menggunakan bahasa rejang dalam kehidupan sehari-hari. Ada yang menyebut bahasa rejang dengan nama Rejang-Lebong , Jang , Djang Bele Tebo. Bahasa ini memiliki aksen sendiri yang disebut kangongo. Ada beberapa dialek berlawanan dalam pemakaiannya , yaitu kepahiang , lebong , pesisir , selupuh , musi , dan rawas.
  • Suku bangsa Pasemah yang bertempat tinggal di Bengkulu memakai bahasa Pasemah. Bahasa Pasemah masih rumpun bahasa Melayu.
  • Suku bangsa Mukomuko yang bertempat tinggal di kabupaten Mukomuko memakai bahasa Minangkabau yang sudah bercampur dengan bahasa Rejang.
  • Bahasa Melayu dengan dialek Bengkulu dipakai oleh orang-orang suku bangsa Melayu yang bertempat tinggal di Bengkulu , pesisir pantai Bengkulu Utara , dan Bengkulu Selatan.
  • Suku bangsa Kaur yang bertempat tinggal di kabupaten Kaur memakai bahasa Mulak dalam pergaulan sehari-hari.
  • Orang orang suku Serawai yang terdapat di kabupaten Bengkulu Selatan dan Seluma menggunakan bahasa Serawai. Bahasa Serawai memiliki beberapa dialek , yakni dialek Serawai dan Manna.
  • Suku Bangsa Lembak yang bertempat tinggal di kabupaten Rejang Lebong , Bengkulu Utara , dan Bengkulu Selatan memakai bahasa Mulang.
Selain bahasa tempat tersebut di atas masih banyak bahasa tempat dengan dialek berlawanan yang dipakai oleh suku-suku di Bengkulu , seumpama bahasa Krui dan bahasa Pekal. Meskipun banyak terdapat bahasa tempat yang terdapat di provinsi Bengkulu , untuk komunikasi antar suku , mereka memakai bahasa Indonesia.

B. Arsitektur Tradisional Bengkulu

Rumah sopan santun suku bangsa di Bengkulu ini berupa rumah panggung berupa sisi empat memanjang. Pada penduduk suku Rejang menyebut rumah adatnya dengan sebutan uneak potong jong. Struktur rumah panggung terdiri atas beberapa belahan , yaitu penigo , pendhuhuak , andie-andie , dapur dan gang. Selain itu , masih ada beberapa bagin rumah yang lain , seumpama hal , dihal , bilik , dan garang.

rumah sopan santun provinsi bengkulu

C. Pakaian Tradisional Bengkulu

Pakaian sopan santun Bengkulu dibedakan atas busana sehari-hari dan busana upacara. Dalam kesehariannya lelaki Bengkulu meggunakan kemeja , celana panjang , dan epilog kepala khas Bengkulu atau kopiah (peci). Para perempuan Bengkulu mengenakan baju kebaya khas Bengkulu , ada juga yang memakai kerudung. Menggunakan bantalan kaki dari kayu (terompah) , sandal , selop atau sepatu. Pakaian upacara sopan santun pada tiap-tiap suku di Bengkulu berbeda-beda , hal ini disebabkan ritual dan keyakinan pada tiap suku berbeda-beda. Beberapa busana sopan santun suku di Bengkulu sanggup dilihat pada gambar berikut ini.


pakaian sopan santun suku bangsa bengkulu

D. Kesenian Tradisional Provinsi Bengkulu

Tarian Tradisional Bengkulu
Provinsi Bengkulu dihuni oleh beberapa suku bangsa memiliki beranekaragam kesenian tari. Tarian tersebut lazimnya ditampilkan dalam banyak sekali program , seumpama upacara sopan santun atau penyambutan tamu. Beberapa kesenian tari yang sanggup didapatkan di provinsi Bengkulu sanggup dilihat pada tabel berikut ini.
Jenis Tarian Adat Suku Bangsa di Bengkulu
NoNama TarianKeterangan
1Tari Bimbang AndunMerupakan jenis tarian selamat datang. Tarian ini berasal dari tempat Bengkulu Selatan. Jenis tarian lain yang lazimnya dipakai untuk menyambut tamu merupakan tari Pasembahan.
2Tari Kain PanjangMerupakan tarian sopan santun yang lazimnya ditampilkan pada pesta perkawinan yang diperagakan oleh empat penari wanita.
3Tari Bidadari Tenimang AnakMerupakan tarian sopan santun dari tempat Rejang Lebong. Tarian ini menggambarkan bidadari yang sedang mengasuh (menimang) bayi.
4Tari TabotMerupakan belahan dari upacara Tabot yang diadakan pada bulan Muharam di kota Bengkulu. Riwayat upacara tabot erat kaitannya dengan perayaan wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW. yakni Hussein.
5Tari Ding KididingMerupakan tarian pergaulan yang dilaksanakan muda-mudi sehabis panen raya. Tarian ini menggambarkan muda-mudi yang berkenalan dan saling jatuh cinta sehingga menjadi pasangan hidup.
6Tari Gereguak/ GeregiakMerupakan jenis tarian pergaulan yang menggambarkan situasi keceriaan para bujang dan dara di saat bantu-membantu pergi kesungai mengambil air dengan Gereguak yang yang dibikin dari bumbung bambu.

Selain berbagai macam tarian di atas , masih banyak jenis tarian lain yang terdapat di Provinsi Bengkulu , yaitu tari Gandai (dari Mukomuko) , tari Basuko (Bengkulu Utara) , tari Sekapur Sirih (Bengkulu) , tari Kejai , tari Dana , serta tari Dendang (Rejang Lebong).

Alat Musik Tradisional Bengkulu
Di provinsi Bengkulu terdapat alat musik yang cukup tenar , yakni Dol. Alat musik ini berupa seumpama gendang yang dimainkan dengan cara ditabuh. Masyarakat Bengkulu dari bawah umur hingga remaja sungguh dekat dengan alat musik Dol. Alat musik lain yang sanggup didapatkan di provinsi Bengkulu yakni gong , kerilu , serdap , gendang , kolintang , serunai , biola , rebana , dan rebak. Selain itu terdapat pula alat musik tradisional seumpama serdaun , yang merupakan alat musik tabuh tradisional yang sanggup ditemui dalam tradisi penduduk Rejang Lebong.

Lagu Daerah Bengkulu
Jenis lagu tempat bengkulu sungguh beranekaragam. Ada yang dilantunkan dalam upacara sopan santun , pengiring kesenian atau pada waktu bermain. Ada lagu yang bercorak bahasa Rejang , Melayu Bengkulu , Pasemah , atau bahasa tempat Bengkulu lain. Beberapa nama lagu tempat tersebut , seumpama Toy Botoy-Botoy , Bekatak Kurang Kariak , Ding Kedinding Ambin Umbut , Sekundang Setungguan , Ratu Samban.

Seni Kerajinan Rakyat Daerah Bengkulu
Hasil kebudayaan lain dari penduduk Bengkulu merupakan seni kerajinan. Seni kerajinan rakyat yang terdapat di kawasan ini , antara lain seni pahat , seni batik , seni ukir , dan seni karya lainnya. Berikut ini beberapa hasil seni kerajinan yang terdapat di tempat Bengkulu.
  1. Kain Besurek , merupakan batik khas kota Bengkulu. Disebut Besurek lantaran kain ini bertuliskan huruf-huruf arab. Motif orisinil kain ini berupa motif karakter arab dan bunga Raflesia Arnoldi yang merupakan perpaduan antara motif kaligrafi Jambi dengan Cirebon.
  2. Kulit Lantung , merupakan kerajinan khas yang terdapat di kota Bengkulu. Bahan utama kerajinan ini memakai kulit pohon lantung. Lantung merupakan pohon liar yang banyak didapatkan di Bengkulu.

E. Upacara Tradisional Masyarakat Bengkulu

Upacara sopan santun penduduk Bengkulu yang berafiliasi dengan daur hidup diantaranya; masa kelahiran , masa remaja , masa perkawinan , dan masa kematian. Sampai di sekarang ini masih sanggup ditemui di tempat pedesaan dan pedalaman penduduk Bengkulu. Upacara sopan santun tradisional tersebut sanggup dilihat pada tabel berikut ini.
Upacara Adat Masyarakat Bengkulu
No.Jenis UpacaraNama UpacaraKeterangan
1. Masa Kelahirana.Upacara Menduduk Dukun atau Memegang Dukunyaitu upacara pada di saat usia kehamilan berusia tujuh bulan. Tujuan upacara ini untuk mengharap dukungan dukun dan berkah dari tuhan YME.
b. Upacara Memberi Namayaitu upacara yang diadakan tiga hari sehabis kelahiran. Bersamaan upacara ini diadakan juga upacara Tanggal Puse (tanggal pusat).
c. Upacara Buang Cumangyaitu upacara mencukur rambut si bayi. Buang cumang dilaksanakan sehabis bayi berusia tiga hari. Upacara ini di tempat Rejang Lebong dan Lebong dinamakan Potong Gombak (potong rambut).
2. Masa RemajaUpacara Sunat Rasul (khitan)di tempat bengkulu sebelum dikhitan anak direndam dalam wadah hingga menggigil , lalu gres di khitan. Anak yang menjalani khitan di Bengkulu lazimnya diarak memakai kuda. Bagi anak perempuan yang menjelang remaja , daun telinganya dilubangi dalam upacara bertindik dan giginya diratakan (berdabung)
3. Masa Perkawinan a. Upacara Memadu Rasan (Barasan) , Mengantar Uang , dan BertunanganUpacara memadu rasan yaitu menanyakan terhadap pihak mempelai perempuan tentang cocok dan tidaknya dengan mempelai laki-laki. Upacara mengirim uang Yaitu upacara dimana pihak lelaki menyerahkan sejumlah uang terhadap pihak perempuan. Upacara bertunangan merupakan tanda ikatan sepasang muda-mudi sudah sepakat hidup bersama.
 b. Upacara Berdabung , Bimbang Gendang , Khatam Qur'an , Akad Nikah , dan Bersanding Upacara Berdabung yakni upacara kikir gigimempelai perempuan sebelum dipertemukan dengan pihak mempelai laki-laki. Bimbang Gendang merupakan program berhias pengantin dan segala kebutuhan pengantin (kamar pengantin , pelaminan). Khatam Alquran mesti dilaksanakan oleh mempelai perempuan sebelum dinikahi. Akad Nikah dilaksanakan di depan penghulu. Bersanding yakni kedua mempelai duduk di pelaminan dan dihibur dengan banyak sekali tarian. Setelah upacara simpulan kedua mempelai melaksanakan upacara Mandi Rendai.
4. Masa Kematian Upacara Kematian Bagi yang beragama islam termasuk memandikan , mengkafani , menyalatkan , dan menguburkan jenazah. Setelah mayat dikuburkan , diadakan sedekah kaji pada malam harinya selama 3 hari berturut-turut.
5. Upacara Tabot yaitu upacara untuk memperingati wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW. yang dilaksanakan setiap tahun pada tanggal 1-10 Muharram di kota Bengkulu.
6. Kedurai merupakan upacara tahunan yang dilaksanakan sehabis panen. Pada penduduk Curup upacara ini disebut Kedurai Agung.
7. Sedekah Rame merupakan upacara sopan santun dalam rangka kesibukan pertanian , termasuk menyiangi sawah(nyawat) , pembibitan(nguni) , dan menanam hingga panen.
8 Buang Jung yaitu upacara mencampakkan bahtera kecil (jung) ke tengah laut. Diselenggarakan dalam rangka penangkapan ikan di laut.
7.Bayar Sat merupakan upacara selaku ungkapan rasa syukur atas terkabulnya impian seseorang.

F. Senjata Tradisional Masyarakat Bengkulu

Setiap suku di Nusantara memiliki senjata tradisional yang dipakai dalam kebutuhan sehari-hari , umpamanya berburu , mencari kayu , membela diri , atau kebutuhan upacara adat. Suku-suku bangsa si Bengkulu mengenal banyak sekali bentuk senjata tradisional antara lain Keris , Kuduk , Panah , Rudus , dan Siwar.

G. Makanan dan Minuman Tradisional Masyarakat Bengkulu

Berikut ini masakan dan minuman khas yang sanggup ditemui di Bengkulu.
  • Gelamai , yakni dodol khas Bengkulu. Gelamai yang dibikin dari tepung ketan dan kelapa.
  • Perut punai , yakni masakan yang yang dibikin dari tepung beras ketan dan gula merah.
  • Nasi santan , yakni masakan yang yang dibikin dari beras dan santan.
  • Kopi anggut , merupakan minuman khas yang terdapat di kelurahan Anggut Atas kota Bengkulu.
  • Ikan pais , merupakan ikan pepes khas Bengkulu. Jenis pepes ini yang dibikin dari ikan gebu dan ikan buli.
  • Rebung Asam , yakni rebung yang direndam dalam cucian beras dan diolah seumpama asam pedas.
Tidak semua jenis masakan tersebut sanggup ditemui di setiap tempat di Bengkulu. Setiap tempat memiliki jenis masakan dan minuman yang berbeda. Jenis masakan dan minuman khas Bengkulu yang lain , yaitu lemang , tekwan , oncong-oncong pisang , emping melinjo (baguk) , lempuk durian , camilan manis siput , lumpuing , lontong ajo gulai tunjang , lontong tunjang , camilan manis lupis , miso , camilan manis tat , kelio lokan , lotek bengkulu , bagar hiu , kopi bubuk , dan rujak.

Demikian pembahasan tentang "Mengenal Kebudayaan Provinsi Bengkulu" yang sanggup kami sampaikan. Artikel ini kami rangkum dari buku "Selayang Pandang Bengkulu: Giyarto"   postingan kebudayaan tempat di Indonesia yang lain di situs .

Pakaian Tabiat Bengkulu Lengkap| Gambar Dan Penjelasannya - Seni Budayaku

Konten [Tampil]
Pakaian Adat Bengkulu Lengkap , Gambar dan Penjelasannya - Pakaian etika kawasan merupakan busana yang umum dikenakan oleh suku bangsa atau penduduk sebuah kawasan dan merupakan ciri khas suku bangsa atau penduduk kawasan tersebut. Pakaian etika lazimnya dikenakan pada di saat penyelenggaraan upacara-upacara etika atau pesta etika , misalnya pada sast upacara perkawinan dan penyambutan tamu agung. Masyarakat Bengkulu yang berisikan bervariasi suku bangsa masing-masing suku bangsa tersebut memiliki busana etika sendiri-sendiri. Pakaian etika Bengkulu tersebut dibedakan atas busana sehari-hari dan busana upacara adat.

Pakaian Sehari-hari Masyarakat Bengkulu

Pakaian sehari-hari yakni busana yang dikenakan penduduk setiap harinya. Dalam kesehariannya para lelaki Bengkulu mengenakan kemeja , celana panjang dan epilog kepala khas Bengkulu atau kopiah (peci). Para perempuan mengenakan baju , kebaya khas Bengkulu , dan ada yang memakai kerudung. Pakaian ini dilengkapi dengan ganjal kaki dari kayu (terompah) , sandal , selop , atau sepatu. Penutup kepala memakai topi , kopiah (songkok) , atau ikat kepala (destar). Pakaian etika untuk upacara setiap suku di Bengkulu berbeda-beda. Hal ini disebabkan tiap suku bangsa memiliki dogma dan ritual etika yang tidak sama.

Pakaian Adat Pengantin Suku Melayu Bengkulu

Pakaian pengantin suku Melayu Bengkulu terdiri atas gaun pengantin lelaki dan gaun pengantin wanita. Pakaian pengantin perempuan terdiri atas kain lecap benang , kebaya panjang bertabur , kain mewah dan gelang , serta mengenakan singal atau pelengkap kepala (mahkota). Pengantin perempuan juga memakai dekorasi berupa kalung dan gelang , serta sepatu dengan kaos kaki selaku ganjal kakinya. Pakaian pengantin lelaki termasuk baju bertabur , sarung lipat , celana bertabur hingga lutut , serta mengenakan songkok (mahkota) dan sunting. Pengantin lelaki mengenakan beberapa pelengkap , menyerupai dekorasi dada berupa kalung sribulan dan emping , dekorasi pinggang bentuk pending , gelang dan keris , serta memakai kaos kaki dan sepatu.

gambar busana etika suku melayu bengkulu
Sumber : Selayang Pandang Bengkulu : Giyarto

Pakaian Adat Pengantin Suku Rejang Bengkulu

Pakaian etika pengantin suku Rejang Bengkulu disebut busana pengantin bersanding rejang. Pakaian ini juga terdiri atas gaun pengantin lelaki dan gaun pengantin wanita. Pengantin perempuan memakai tepung dan kembang , baju bertabur , kain sulam benang emas , dan sandal warna hitam. Dahi berhias tapak sangko burung merak , sedangkan pundak diberi bentuk teratai. Hiasan lain berupa kalung selaku dekorasi dada , pending selaku dekorasi pinggang , dan lengan memakai gelang keroncong. Pengantin lelaki memakai baju kemeja putih dan jas , saku berantai emas , selendang bersulam emas dan cek uleue atau destar etika dari kain songket. Pengantin lelaki memegang keris berkain songket benang emas selaku hiasan. Kedua pengantin memakai ganjal kaki berupa sepatu atau sandal.

gambar busana etika suku rejang bengkulu
Sumber : Selayang Pandang Bengkulu : Giyarto

Pakaian Adat Pengantin Suku Pasemah Bengkulu

Pakaian pengantin etika suku Pasemah terdiri atas busana etika pengantin lelaki dan busana etika pengantin wanita. Pengantin lelaki mengenakan kemeja putih , dasi , jas , celana panjang yang diberi sarung lipat , dan sandal selaku ganjal kaki serta mengenakan destar atau topi kerucut gaya Pasemah. Sedangkan pengantin perempuan mengenakan kebaya panjang bertabur , kain bedompak dan sandal manik , dekorasi kepala singal , kembang goyang , tekko atau kalung , gelang dan pending.

Bahan baku untuk pengerjaan busana sehari-hari diantaranya memakai kulit kayu , kulit pohon terok , serat goni , kulit hewan , katun atau jenis tekstil lainnya. Bahan untuk pengerjaan busana etika terdiri atas beludru , sutra , dompak , kain benang emas , atau katun. Berbagai bentuk pelengkap yang dibikin dari emas , perak , tembaga , atau kuningan.

gambar busana etika suku pasemah bengkulu
Sumber : Selayang Pandang Bengkulu : Giyarto

Kain Besurek dan Kain Kaganga Khas Bengkulu

Masih berhubungan dengan busana tradisional etika Bengkulu , provinsi ini juga dipahami selaku penghasil kerajinan batik tradisional yang tenar dengan nama batik basurek. Batik khas bengkulu ini merupakan batik yang bermotifkan kaligrafi huruf Arab. Batik dengan motif potongan ayat-ayat suci Al-Quran ini menjadikannya begitu sakral dan tidak diperkenankan untuk dipakai sembarangan. Pemakaian batik basurek ini cuma diperkenankan untuk menutupi badan serpihan atas , selaku ikat kepala , ganjal bayi di saat upacara cukur rambut , dan selaku epilog jenazah. Selain itu kain basurek tidak diperkenankan dipakai untuk hal lainnya.

Selain batik basurek Provinsi Bengkulu juga memiliki varian batik yang lain yang dipahami dengan nama batik kaganga. Batik kaganga ini terinspirasi dari batik basurek yang diciptakan oleh penduduk suku Rejang. Batik kaganga ini merupakan batik tulis bermotif karakter kaganga , karakter orisinil dari suku Rejang. Batik ini condong luwes dari penggunaannya lantaran memakai karakter kaganga yang sering pula dipadukan dengan motif bunga raflesia atau motif burung walet.

:
Mengenal Kebudayaan Provinsi Bengkulu 
Senjata Tradisional Bengkulu Lengkap , Gambar dan Penjelasannya

Demikian pembahasan wacana "Pakaian Adat Bengkulu Lengkap , Gambar dan Penjelasannya" yang sanggup kami sampaikan. Artikel ini dikutip dari buku "Selayang Pandang Bengkulu : Giyarto". postingan kebudayaan memukau yang lain di situs .

Senjata Tradisional Bengkulu Lengkap| Gambar Dan Penjelasannya - Seni Budayaku

Konten [Tampil]
Setiap suku bangsa di Nusantara memiliki senjata tradisional. Senjata ini mereka gunakan dalam kebutuhan sehari-hari , misalnya untuk berburu hewan , mencari kayu bakar , mencari masakan ternak , membela diri dari ancaman , atau kebutuhan dalam upacara adat.

Senjata Tradisional Bengkulu

Suku-suku bangsa di Bengkulu juga mengenal banyak sekali bentuk senjata tradisional , antara lain selaku berikut.

1. Keris

Senjata keris yang dibikin dari logam besi yang ditempa. Gagang keris yang dibikin dari materi kayu yang berukir. Badan keris sampai ke ujungnya ada yang berupa lurus atau berlekuk-lekuk. Orang Bengkulu menilai keris selaku senjata yang keramat. Seorang hulubalang atau kepala tabiat sering menyandang senjata keris. Keris berkhasiat selaku senjata untuk berperang atau selaku bab dari peralatan adat.

Ada juga senjata sejenis keris yang disebut kuduk. Bentuknya berlekuk dengan punggung yang agak tebal. Badik juga merupakan sejenis keris yang lurus. Fungsinya untuk berburu dan selaku peralatan program adat.

senjata tradisional bengkulu

2. Panah

Senjata ini yang dibikin dari kayu atau rotan dan selaku peregangnya menggunakan tali atau karet. Bahan anak panah dari kayu atau bambu. Bagian mata anak panah sering dilumuri racun dari dapat binatang. Akibatnya , senjata ini cukup berbahaya dan mematikan.

3. Rudus

Senjata sejenis pedang ini berfungsi selaku perhiasan dalam upacara tabiat , seumpama upacara penobatan kepala tabiat (datuk). Senjata lain yang bentuknya seumpama pedang merupakan nibung , kerambit , dan mandau.

4. Siwar

Siwar merupakan alat pemotong dan penusuk yang yang dibikin dari besi dan bertangkai kayu. Bentuknya melengkung pada bab ujungnya.

:

Makanan Khas Bengkulu Lengkap Penjelasannya - Seni Budayaku

Konten [Tampil]
Makanan dan minuman khas daerah Bengkulu merupakan kuliner dan minuman yang dibentuk dengan materi bahan yang berasal dari hasil sumber daya alam wilayah ini. Bahan dasar tersebut sanggup berasal dari hasil pertanian , perkebunan , perikanan , atau kehutanan. Dari bahan-bahan ini dihasilkan resep yang barbeda dengan daerah lain di luar Bengkulu. Berikut kuliner dan minuman khas yang sanggup ditemui di Bengkulu.

1. Gelamai , yaitu dodol khas Bengkulu. Gelamai yang dibikin dari tepung ketan dan kelapa. Cara menjadikannya merupakan air santan dari kelapa diolah hingga matang. Setelah 2 jam , tepung ketan dan gula merah dimasukkan ke dalam santan tersebut. Adonan diaduk terus-menerus selama 8 jam. Gelamai sudah matang jikalau gabungan sudah mengental dan berwarna kecokelatan.
2. Perut punai , merupakan kuliner yang yang dibikin dari tepung beras ketan dan gula merah. Cara pembuatannya merupakan tepung beras ketan diaduk dengan gula merah kemudian digoreng. Bentuknya lingkaran pipih , rasanya keras dan manis.

makanan khas bengkulu

3. Nasi santan , merupakan kuliner yang yang dibikin dari beras dan santan. Cara pembuatannya merupakan beras direndam semalaman , kemudian dikukus. Selanjutnya , nasi tersebut diaron dengan santan kental , dan diolah hingga matang.
4. Kopi anggut , merupakan minuman khas yang terdapat di Kelurahan Anggut Atas , Kota Bengkulu. Keunikan kopi anggut terletak pada cara mengolah dan menikmatinya. Cara menjadikannya merupakan kopi dan gula diolah hingga kental dengan memakai morong (bekas kaleng mentega/biskuit) , kemudian disantap dengan cara dicolek dengan tangan. Kopi tersebut merupakan minuman sehari-hari para pembuat pelangkin (gerobak). Minuman ini sering disebut teh telor.
5. Ikan pais , merupakan ikan pepes khas Bengkulu. Jenis pepes ini yang dibikin dari ikan gebu dan ikan buli. Cara pembuatannya sama menyerupai menghasilkan pepes lainnya.
6. Rebung asam , yaitu rebung yang direndam dalam air cucian beras dan diolah menyerupai asam pedas.

Tidak semua jenis kuliner dan minuman khas di atas sanggup ditemui di seluruh wilayah Bengkulu. Tiap-tiap daerah terdapat kuliner dan minuman yang berbeda. Meskipun begitu , ada berbagai macam kuliner dan minuman yang sanggup ditemui di beberapa wilayah. Jenis kuliner dan minuman khas Bengkulu yang lain merupakan lemang , tekwan , oncong-oncong pisang , camping melinjo (baguk) , lempuk durian , camilan cantik siput , lumpuing , lontong ajo gulai tunjang , miso , lontong tunjang , camilan cantik tat , camilan cantik lupis , lotek bengkulu , kelio Iokan (kalio kerang) , bagar hiu (gulai unsur ikan hiu) , rujak , dan kopi bubuk.

Rumah Budpekerti Bengkulu Lengkap| Gambar Dan Penjelasannya - Seni Budayaku

Konten [Tampil]
Rumah Adat Bengkulu Lengkap , Gambar dan Penjelasannya - Rumah susila suku-suku bangsa di Bengkulu berupa rumah panggung. Rumah susila selaku ikon budaya Provinsi Bengkulu disebut dengan nama Rumah Bubungan Lima. Bentuk dan struktur rumah susila Bengkulu sungguh sederhana. Hiasan rumah berupa tabrakan lebih menonjol. Rumah panggung ini berupa segiempat memanjang. Bahan pengerjaan diambil dari alam sekitar , menyerupai kayu , bambu , rotan , dan ijuk. Tiang penyangga rumah berasal dari kayu yang keras , menyerupai kruing atau merbau. Pada penduduk suku Rejang , rumah adatnya disebut uneak potong jong. 

gambar rumah susila bengkulu

Struktur rumah panggung terdiri atas beberapa bab , adalah penigo , pendhuhuak , dapur , andie-andie , dan gang. Penigo atau beranda selaku kawasan menerima tamu biasa. Pendhuhuak selaku kawasan menyimpan barang dan pakaian. Dapur digunakan untuk kawasan mengolah masakan dan berdiang. Andie-andie sebagai kawasan memberi pelajaran dan nasihat terhadap anak. Gang ialah kawasan untuk mencuci kaki sebelum masuk rumah. Selain itu , masih ada bagian-bagian rumah lain , menyerupai hal atau dihal , bilik , dan garang. Hal atau dihal ialah ruangan untuk tamu pria yang dihormati. Hal tengah (mang tengah) untuk kawasan duduk para wanita. Hal belakang untuk ruang makan dan kawasan istirahat. Bilik (kamar tidur) terdiri atas beberapa kamar yang digunakan untuk kawasan tidur keluarga. Garang yang dibikin dari kayu atau bambu untuk kawasan mencuci perlengkapan rumah tangga. 

Atap rumah panggung yang dibikin dari daun-daunan , ijuk , bambu , atau kayu durian. Dinding rumah yang dibikin dari papan atau kulit kayu. Lantai terdiri atas susunan papan atau bambu yang diikat menggunakan akar , ijuk , atau rotan. Paku kayu atau pasak digunakan untuk menghubungkan rangka rumah. 

Tangga rumah panggung ini yang dibikin dari kayu dengan jumlah ganjil. Pada tangga terdapat tabrakan yang disebut ujung kungkung. Bentuk bubungannya majemuk , menyerupai bubungan panjang , bubungan melintang , bubungan limas , bubungan trapesium atau bubungan sembilan. Pada bab tertentu terdapat tabrakan dengan motif ragam hias tebeng layar.

:
Pakaian Adat Bengkulu Lengkap , Gambar dan Penjelasannya
Senjata Tradisional Bengkulu Lengkap , Gambar dan Penjelasannya
Makanan Khas Bengkulu Lengkap Penjelasannya

Mengenal Suku Bangsa Di Bengkulu : Suku Orisinil Dan Pendatang - Seni Budayaku

Konten [Tampil]
Provinsi Bengkulu dihuni oleh beberapa suku bangsa. Suku bangsa tersebut terbagi atas suku bangsa orisinil dan suku bangsa pendatang. Penduduk orisinil Bengkulu terdiri atas empat suku besar , yakni suku bangsa Melayu , suku bangsa Rejang , suku bangsa Serawai , dan suku bangsa Enggano.

Suku Bangsa Enggano
Di Kepulauan Enggano terdapat suku bangsa Enggano. Penduduk Kepulauan Enggano secara lazim terbagi atas suku Enggano orisinil dan pendatang. Suku bangsa Enggano orisinil terbagi atas lima subsuku , yakni Kauno , Kaitora , Kaarubi , Kaaruba , dan Kaohoa. Para pendatang yang mendiami Pulau Enggano dimasukkan suku tersendiri yakni suku bangsa Kamay yang memiliki arti pendatang.

Dari data statistik tahun 2003 , jumlah penduduk di Kepulauan Enggano yakni 2.240 jiwa. Penduduk Kepulauan Enggano tersebar di enam desa. Dari sisi religi , di sekarang ini suku bangsa Enggano cuma memeluk dua agama besar , yakni Islam dan Kristen. Mata pencaharian utama suku bangsa ini yakni nelayan. Ini sesuai dengan daerahnya yang dikelilingi laut. Namun , ada juga yang membudidayakan flora perkebunan.

Suku Bangsa Melayu
Suku bangsa Melayu mendiami kawasan pesisir , kawasan perkotaan , dan dominan terdapat di wilayah Kota Bengkulu. Suku bangsa Melayu Bengkulu ialah percampuran antara suku bangsa orisinil dengan orang-orang Melayu pendatang.

orang-suku-melayu-melayu-bengkulu
Suku Bangsa Melayu
Sehari-hari suku bangsa Melayu menggunakan bahasa Melayu dialek Bengkulu. Karena pada biasanya hidup di pesisir dan kawasan kota , sebagian besar suku bangsa Melayu menggantungkan hidupnya pada maritim dan keramaian kota. Nelayan yakni mata pencaharian utama suku bangsa Melayu. Ada juga yang melakukan pekerjaan di pelabuhan , pembuat kapal , kontraktor , Pedagang karyawan perusahaan swasta , pegawai kantor pemerintah , dan sebagainya.

Suku Bangsa Rejang
Suku bangsa Rejang ialah suku bangsa yang paling banyak jumlahnya. Suku bangsa ini tersebar di Kabupaten Rejang Lebong , Lebong , Kepahiang , dan sebagian di Kabupaten Bengkulu Utara. Suku bangsa ini disebut juga Jang. Orang suku bangsa Rejang sendiri menyebut diri mereka dengan keme tun jang (kami orang Jang).

orang-suku-rejang-di-bengkulu
Suku Bangsa Rejang
Dalam pergaulan sehari-hari , suku bangsa Rejang menggunakan bahasa Rejang. Ada empat dialek yang lazim dituturkan , yakni dialek Kepahiang (Rejang Ho) , Selupuh (Rejang Musai) , Rejang Lebong , dan Rejang Pesisir. Sebagian besar suku bangsa Rejang bermata pencaharian selaku petani. Namun , ada juga yang menjadi peternak , peladang , pemancing , mencari kayu di hutan , atau selaku buruh pabrik. Mayoritas suku bangsa Rejang beragama Islam. Sebagian orang Rejang masih menganut keyakinan nenek moyang , khususnya yang bertempat tinggal di pedalaman.

Suku Bangsa Serawai
Suku bangsa orisinil Bengkulu lainnya yakni suku bangsa Serawai. Suku ini pada biasanya bertempat tinggal di wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Seluma.

Sebagian besar dari mereka hidup di kawasan perkotaan , menyerupai ibu kota kabupaten dan kecamatan. Mereka hidup berkelompok dalam suatu desa dengan menggunakan bahasa Serawai selaku bahasa pergaulan. Ada dua dialek yang sering dipakai , yakni dialek Talo dan Manna. Mayoritas suku bangsa Serawai hidup selaku petani. Agama dominan yang dianut penduduk suku bangsa Serawai yakni Islam. Meskipun begitu , dalam budbahasa kebiasaannya masih meningkat beberapa kepercayaan.

orang-suku-serawai-bengkulu
Suku Bangsa Serawai
Selain itu , masih terdapat beberapa suku bangsa orisinil di Provinsi Bengkulu , walaupun dalam jumlah yang tidak begitu besar. Suku-suku bangsa tersebut , antara lain suku bangsa Mukomuko , Ketahun , Lembak , Pasemah , dan Krui.

masyarakat-suku-asli-bengkulu

Suku bangsa pendatang di Provinsi Bengkulu berasal dari beberapa kawasan di Indonesia , tetapi pada biasanya berasal dari kawasan sekitarnya. Suku bangsa pendatang tersebut , antara lain dari Jambi , Riau , Palembang , Minangkabau , Sunda , Jawa , dan Bali. Pendatang dari suku bangsa Jawa dan Sunda berasal dari jadwal transmigrasi. Program penyebaran penduduk ini telah dimulai sejak masa pemerintahan Belanda tahun 1930 , sedangkan pemerintah Indonesia sendiri gres mulai mengadakan jadwal ini sekitar tahun 1965-an.

Suku bangsa pendatang sebagian besar tinggal di pesisir pantai dan kawasan perkotaan. Mereka hidup dalam aneka macam sektor kehidupan. Ada yang melakukan pekerjaan selaku pegawai pemerintahan , pekerja kantor , pedagang , nelayan , petani , dan lain sebagainya. Karena berasal dari kawasan yang berlainan , tiap-tiap suku mempunyai bahasa kawasan yang berbeda. Bahasa kawasan ini sebagian masih dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Namun , dalam pergaulan sehari-hari mereka menggunakan bahasa Melayu. Oleh alasannya yakni itu , di Bengkulu terdapat bahasa Melayu dengan aneka macam macam dialek , menyerupai dialek Jawa , Sunda , atau Palembang.

:
Mengenal Kebudayaan Provinsi Bengkulu
Pakaian Adat Bengkulu Lengkap , Gambar dan Penjelasannya
Rumah Adat Bengkulu Lengkap , Gambar dan Penjelasannya