A.Perkecambahan
Perkecambahan yakni proses perubahan fi siologi biji dari bentuk dorman (“istirahat” atau tidak aktif ) ke bentuk semai sehabis melalui perkembangan sedemikian rupa, ditandai dengan pembentukan radikula, kaulikulus dan plumula.
Advertisement
Baca juga:
- Nih Teknik Pengolahan Pangan Panas Basah, Panas Kering, Dan Teknik Pengolahan Lainnya (Macam-Macam Teknik Pengolahan Pangan)
- Nih Kandungan Dan Manfaat Sayuran Wortel, Bayam, Kangkung, Dan Jagung
- Nih Kandungan Dan Manfaat Kulit Kentang, Daun Wortel, Kulit Bawang & Melinjo, Batang Daun Brokoli & Talas (Kandungan Manfaat Bab Hasil Samping Sayuran)
Advertisement
Struktur biji sehabis dibelah (a) biji buncis, (b) biji jarak (c) biji jagung
Kotiledon pada biji tumbuhan monokotil ibarat padi (Oryza sativa), jagung (Zea mays) maupun rumput-rumputan (Gramineae atau Poaceae) disebut sebagai skutelum. Skutelum mempunyai
permukaan yang luas dan tipis. Pada pecahan akar embrionya, terbungkus oleh lapisan yang disebut koleorhiza, sedangkan pada ujung tunas embrioniknya dibungkus oleh koleoptil.
Embrio pada biji tumbuhan dikotil ibarat kacang atau buncis, menempel pada kotiledon disebut kuncup embrionik.
Kaulikulus terdiri dari hipokotil (“hypo”= di bawah) yaitu pecahan bawah (pangkal) yang menempel pada kotiledon dan epikotil (“epi”= di atas), yang terdapat di sebelah atas hipokotil. Epikotil akan tumbuh menjadi batang dan daun serta hipokotil akan tumbuh menjadi akar.
Pada ujung epikotil terdapat plumula (pucuk lembaga) yang terdiri dari ujung tunas dengan sepasang pucuk daun. Radikula berada pada pecahan ujung pangkal hipokotil.
Pada biji terdapat suatu pecahan yang berfungsi untuk memasukkan air dan O2. Bagian itu disebut hilum.

Selain melewati hilum, air dan gas-gas terlarut sanggup masuk lewat mikropil. Mikropil juga merupakan pintu masuknya inti sperma dan inti vegetatif pada ketika pembuahan berlangsung.
Setelah biji ditanam dan kawasan persemaian telah memenuhi syarat, biji akan sanggup berkecambah. Pada ketika biji berkembang (sebelum berkecambah), kotiledon maupun skutelum menyerap kuliner dari endosperma. Pada ketika perkecambahan tiba, kotiledon memin dahkan makanannya ke embrio. Akibatnya kotiledon semakin mengecil.
B.Pengertian Masa Dormansi Pada Tumbuhan
Persyaratan pertama supaya biji sanggup berkecambah yakni berakhirnya masa dormansi biji. Dormansi biji yakni kondisi biji yang masih hidup tetapi tidak aktif, berada dalam kondisi kering (kelembabannya kurang) dan tidak sanggup (gagal) berkecambah selama periode waktu tertentu alasannya yakni faktor internal biji. Biji kuisen (quiscence) yakni biji yang tidak sanggup berkecambah apabila faktor luar tidak memenuhi persyaratan. Keadaan ini akan berakhir sampai adanya kondisi yang menguntungkan untuk perkembangan.
EmoticonEmoticon